Kamis, 18 Januari 2024

NARRATIVE TEXT (Materi B.Inggris MTs kelas 9)

 

NARRATIVE TEXT

A.   Pengertian

Narrative text adalah salah satu jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa dengan sistem kronologis atau saling terhubung. Narrative text umumnya bersifat imajinatif, alias tidak nyata.. Contoh narrative text adalah cerita Cinderella.

B.    Tujuan Narrative Text (Purpose/Function of Narrative Text)

Fungsi sosial dari narrative text adalah untuk menghibur audiens atau pembaca. Maka dari itu, jenis teks yang satu ini cocok untuk anak kecil maupun remaja dan dewasa.

C.    Generic Structure of Narrative Text (Struktur Teks Naratif)

1. Orientation

Dalam bahasa Indonesia, orientation berarti pengenalan. Jadi, pada paragraf awal narrative text biasanya berisi perkenalan tokoh dan latar yang terlibat dalam isi cerita. Dalam hal ini, latar bisa menjadi tempat kejadian serta waktu cerita.

2. Complication

Bagian ini akan mulai masuk pada paragraf yang menceritakan terkait awal mula masalah suatu peristiwa atau kejadian.

Karena bersifat kronologis, maka masalah yang muncul di awal akan berlanjut menjadi rentetan alur cerita panjang yang mengandung konflik, klimaks, serta anti klimaks.  Oh ya, untuk memudahkanmu, begini susunan dalam complication:

  • Problem, yaitu paragraf atau kalimat yang mulai menjurus pada masalah dari suatu cerita.
  • Conflict, lebih kompleks lagi, setelah ada masalah, maka cerita akan berlanjut pada konflik. Di bagian ini, audiens akan dibuat penasaran dengan apa yang terjadi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.
  • Climax, yaitu puncak konflik yang menjadi sorotan utama dalam narrative text.
  • Anti-climax, dalam bahasa Indonesia, bagian ini biasa disebut juga sebagai penurunan konflik. Jadi, konflik akan berkurang secara pelan.
  • Solution, sesuai dengan namanya yaitu solusi, maka paragraf dalam bagian solution akan menjelaskan tentang penyelesaian dari konflik yang sudah diceritakan sebelumnya.

Dalam hal ini, complication terbagi ke dalam tiga konflik, yaitu:

  • Natural conflict, konflik alam atau antar semesta.
  • Social conflict, konflik antar tokoh atau pelaku.
  • Psychological conflict, konflik pada batin atau diri sendiri.

3. Resolution

Resolution adalah akhir dari cerita atau kesimpulan dari cerita. Paragraf ini bisa menjadi penjelasan lanjutan dari solution.

Dalam bagian ini, penulis juga dapat menggambarkan apakah narrative text yang dibuat akan berakhir dengan sad ending atau happy ending.

4. Re-orientation

Sebetulnya struktur yang satu ini tidak wajib ada di narrative text. Namun, umumnya kalimat dalam paragraf ini akan menceritakan kondisi terakhir sang tokoh dalam cerita, atau bisa juga berisi tentang pelajaran dan pesan moral yang dapat diambil oleh pembaca untuk diimplementasikan dalam kehidupan nyata. 

D.  Ciri-Ciri Narrative Text (Characteristics of Narrative Text)

Ada beberapa karakteristik dan ciri-ciri narrative text yang bisa kamu jadikan sebagai acuan untuk membedakan jenis teks ini dengan teks yang lainnya. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Umumnya narrative text menceritakan sebuah kisah yang sudah terjadi di masa lalu.
  2. Biasanya teks naratif adalah berupa cerita-cerita yang populer di kalangan masyarakat umum, seperti kisah The Mouse-deer and Crocodile, The Rabbit and Turtle, etc. Pasti kamu sudah tidak asing dengan kedua contoh teks naratif dalam bahasa Inggris tersebut, bukan?
  3. Narrative text tak jarang dibagi ke dalam beberapa sekuel, baik yang sederhana maupun kompleks. Artinya, ada beberapa teks naratif yang memang ceritanya dibuat secara bersambung atau berkelanjutan antara bagian satu dengan bagian lainnya.
  4. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu ciri paling mencolok dalam teks naratif adalah teks ini bertujuan untuk menghibur pembaca. Selain itu, ada pun tujuan lainnya adalah berbagi pengalaman pada audiens.

E.     Jenis-Jenis Narrative Text (Types of Narrative Text)

1. Fairy tale

Singkatnya, fairytale adalah dongeng dengan genre cerita fantasi atau tidak nyata. Fairytale biasanya berbentuk cerita rakyat atau cerita anak-anak yang kisahnya diselimuti oleh keajaiban. Contohnya Snow White, Thumbelina, Timun Mas, dan Cinderella.

2. Folktale/Folklore

Hampir sama dengan fairytale, folktale atau folklore adalah cerita rakyat yang bersifat turun temurun. Selain itu, biasanya folktale ini menyebar dari mulut ke mulut, sehingga akan diceritakan secara turun menurun hingga menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Salah satu contoh ceritanya adalah Malin Kundang.

3. Legend

Legend adalah cerita legenda yang berasal dari perpaduan antara fairy tale dengan folktale. Kalau kamu pernah membacanya, salah satu contoh dari cerita legend adalah The Legend of Surabaya.

Yap! Jadi, legenda adalah sebuah cerita rakyat yang banyak dianggap nyata oleh masyarakat karena ada kandungan heroik di dalamnya. Umumnya, legenda mengisahkan tentang bagaimana asal usul suatu tempat bisa terbentuk. Contoh lainnya adalah Story of Lake Toba.

4. Myth

Yap, ada pula jenis dari narrative text adalah myth atau mitos. Sebetulnya, jenis narrative text yang satu ini tidak berbeda jauh dengan folktale. Namun, bedanya adalah terkadang myth dapat kita temukan juga di kehidupan masa kini. Biasanya masyarakat menganggap bahwa cerita mitos benar-benar terjadi, contohnya cerita Aji Saka dan Dewata Cengkar.

5. Science fiction

Science fiction biasa disingkat sebagai Sci-Fi, adalah cerita yang berkisah mengenai fiksi ilmiah. Jenis teks ini biasanya berhubungan dengan konsep imajinatif dan masa depan menggunakan sains dan teknologi canggih.

6. Romance

Romance atau love story adalah narrative text yang berisi mengenai perjuangan cinta si tokoh utama. Contohnya Romeo and Juliet dan I’m One of Those Fool Man.

7. Horror stories

Narrative text selanjutnya adalah horror stories. Cerita horror adalah cerita yang berisi mengenai kisah-kisah seram seperti hantu dan makhluk-makhluk astral lainnya yang banyak digemari oleh masyarakat.

8. Fable

Pernah dengar cerita atau kisah-kisah yang tokoh utamanya adalah binatang? Nah, itu namanya narrative text jenis fabel. Biasanya teks ini banyak ditujukan untuk anak-anak sebagai pengantar tidur.

9. History

Selain tujuh jenis di atas, sejarah juga merupakan salah satu contoh dari narrative text, loh. Seperti yang kita tahu, sejarah merupakan cerita tentang peristiwa dan yang terjadi di masa lalu lengkap dengan kronologis tempat, tokoh, dan waktu kejadiannya.

10. Slice of life

Iya, kalau dalam bahasa Indonesia, slice of life bisa diartikan sebagai “potongan kehidupan”. Tapi, pengertian sebenarnya tentang slice of life adalah teks yang berisi tentang kegiatan sehari-hari penulis atau tokoh imajinatif yang diciptakan oleh penulis. Salah satu contoh terkenal dari jenis teks yang satu ini adalah True Friends.

11. Personal experience

Jenis narrative text lainnya adalah personal experience atau pengalaman pribadi penulis. Dalam jenis teks yang satu ini, penulis dapat menuangkan apa yang telah dialami oleh dirinya ke dalam suatu cerita menarik yang dapat dinikmati oleh orang lain.

 

F.    Unsur/Kaidah Kebahasaan Narrative Text

1. Simple Past Tense

Hayo, masih ingat apa itu simple past tense? Itu, loh, tenses yang digunakan untuk menceritakan masa lampau.

Nah, karena erat kaitannya dengan kisah atau cerita di masa lampau, maka tenses yang paling umum dipakai dalam narrative text adalah past tense dengan perubahan bentuk kata kerja menjadi Verb 2.

2. Action Verb

Action verb adalah jenis kata kerja untuk menyatakan suatu aksi atau kegiatan yang tampak dan bisa dilihat oleh orang lain. Action verbs umum digunakan dalam teks naratif untuk menceritakan kronologis kejadian dan aktivitas apa saja yang dilakukan oleh tokoh di dalam cerita.

Selanjutnya, dilansir dari Teach Starter, action verb adalah kata kerja untuk mengungkapkan sesuatu yang dapat dilakukan atau dilakukan oleh seseorang, hewan, objek, atau kekuatan alam, seperti dalam, “The water gurgled all the way down the sink.” (Air menggelegak sampai ke bak cuci). Contoh lain action verb yang menggunakan simple past tense adalah sent, killed, etc.

3. Saying and Thinking Verb

Selain menggunakan action verb, kata kerja lainnya yang sering muncul dalam teks naratif adalah saying and thinking verb. Saying verb adalah kata kerja untuk mengindikasikan tindakan speaking, contohnya tell, say, etc.

4. Conjunction of Time

Karena teks naratif adalah cerita yang berbentuk kronologis, maka kamu bisa menggunakan conjunction of time untuk menghubungkan alur dari setiap latar waktu yang berbeda, sederhananya untuk mengurutkan kejadian-kejadian.

Conjunction of time adalah kata hubung dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan keterangan waktu. Contohnya adalah before, after, as soon as, until, till, dan masih banyak lagi.

5. Adjective 

Seperti yang kita tahu, adjective adalah kata sifat. Biasanya, dalam teks naratif, kata sifat ini berperan untuk menggambarkan atau menjelaskan karakteristik spesifik setiap tokoh yang disebutkan dalam cerita. Contoh, Aladdin is a poor man, atau Cinderella is a beautiful girl.

6. Noun

Selanjutnya, dalam teks naratif kita akan sering menemukan noun sebagai kata ganti orang, hewan, atau benda tertentu. Misal, ada teks naratif yang menceritakan tentang Ratu Elizabeth atau tentang Raja William.

Nah, dalam penulisan ceritanya, jika tokoh utama selalu ditulis dengan penyebutan nama asli, pasti akan membosankan, bukan? Jadi, di sinilah noun akan muncul. Misal, Ratu Elizabeth diganti dengan kata “The Queen”, kemudian Raja William diganti dengan “The King”.

 

 

PRESENT CONTINUOUES TENSE (materi B.Inggris MTs kelas 9 semester 1)




















Senin, 09 Oktober 2023

PAST CONTINUOUS TENSE, Materi B. Inggris kelas 9 semester 1

 

PAST CONTINUOUS TENSE

A.     Definisi Past Continuous Tense

Past continuous tense adalah bentuk tense yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi sedang berlangsung selama waktu tertentu pada waktu lampau (past).

Bentuk ini menunjukkan bahwa aksi tersebut terjadi sebelum (began before), selama (was in progress during), dan mungkin berlanjut setelah (continued after) waktu atau aksi lainnya yang terjadi pada masa lampau.

B.     Rumus Past Continuous Tense

Sebelum masuk ke dalam rumusnya, mari kita bedah sedikit lagi mengenai tense ini dengan melihat poin-poin di bawah ini:

  • Past continuous tense dibentuk dengan auxiliary verb “be”, berupa was atau were. Hal ini dikarenakan past tense (terjadi di masa lalu), dan present participle.
  • Was untuk singular subject berupa singular noun (seperti: Andi, book, dan cat) dan singular pronoun (seperti: I, she, he, dan it) kecuali “you”.
  • Sebaliknya were yang merupakan plural verb digunakan pada plural subject seperti plural noun (seperti: cats, people, books) dan plural pronoun (seperti: you, they, we, dan cats), dan you.

Kalimat di dalam past continuous tense dibagi menjadi tiga, yaitu: kalimat postif, kalimat negatif, dan kalimat interogatif.

Untuk setiap jenis kalimatnya, tense ini memiliki rumus yang berbeda, yaitu:

Kalimat positif

S + be (was/were) + present participle (-ing). Contoh kalimat:

  • He was sleeping
  • The people were waiting

Kalimat negatif

S + be (was/were) + not + present participle (-ing). Contoh kalimat:

  • He wasn’t sleeping
  • The people weren’t waiting

Kalimat interogatif

be (was/were) + S + present participle (-ing)? Contoh kalimat:

  • Was he sleeping?
  • Were the people waiting?

C.      Fungsi dan Pengunaan

Dilansir dari Grammarly, ada beberapa fungsi past continuous tense yang perlu kamu ketahui. Di antaranya adalah:

  • Untuk mengindikasikan suatu aksi yang terjadi selama momen tertentu di masa lampau. Adapun keterangan waktu atau time expression yang dapat digunakan adalah: at this time yesterday, at 5 am this morning, all day yesterday, in July. Bagaimana jika kita ingin mengaplikasikannya dalam kalimat?
    • I was having dinner at this time yesterday. (Saya sedang makan malam pada jam ini kemarin.)
    • What was she doing at 7 am this morning? (Apa yang sedang dia lakukan jam tujuh pagi ini?)
    • They were making a toast at this time last night. (Mereka sedang membuat roti panggang pada jam ini kemarin malam.)
    • I was doing physically exercises all day yesterday. (Saya sedang melakukan latihan-latihan fisik sepanjang hari kemarin.)
    • In July she was working as a waitress in a well-known restaurant. (Di bulan Juli dia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran terkenal.)
  • Untuk menunjukkan bahwa ada aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung. Subordinate conjunction while dan when dapat digunakan dengan formulasi simple past tense + while + past continuous tense dan past continuous tense + when + simple past tense. Bagaimana contoh kalimatnya?
    • The door was knocked while I was reading a book. (Pintu diketuk ketika saya sedang membaca buku.)
    • My mother was cleaning the carpet when I got home. (Ibu saya sedang membersihkan karpet ketika saya tiba di rumah.)
    • She was sleeping when you called her. (Dia sedang tidur ketika kamu meneleponnya.)
  • Past continuous tense juga bisa berfungsi untuk membahas sesuatu yang terjadi berulang-ulang. Interval kejadiannya acak namun sesungguhnya merupakan kebiasaan alami. Tense ini terkadang digunakan untuk mengkritik suatu aksi. Contoh:
    • I was repeatedly checking things. (Saya dulu berulang kali memeriksa sesuatu.)
    • The girl was always yelling out loud. (Anak itu selalu menjerit keras-keras.)
    • My neighbor was always chasing stray cats off with his broom. (Tetangga saya selalu mengusir kucing-kucing liar dengan sapunya.)
  • Terakhir, tense ini juga bisa digunakan bersamaan dengan verb yang menunjukkan perubahan (change) atau perkembangan (growth), seperti: grow up, improve, go, dan change. Contoh kalimat:
    • His hair was going so thin. (Rambutnya menjadi sangat tipis.)
    • My life was changing rapidly. (Hidup saya berubah dengan cepat.)